Cinta Quran, Sayang Sunnah: Cipta Keseronokan Dalam Jiwa Anak-anak Terhadap Al-Quran
Membina peribadi Muslim adalah jauh lebih sukar dari mendidik kognitif. Pembentukan peribadi anak-anak memerlukan kefahaman dan penghayatan yang akan diterjemah dalam diri mereka.
Marilah bermula sekarang! Berseronoklah dalam mewujudkan CINTA pada Al-Quran! Pelbagai aktiviti menarik dalam Slot Eksplorasi Ibrah Al-Quran yang bakal dikongsikan bersama anak-anak nanti. Isikan cuti sekolah 2020 anak anda dengan penuh bermakna!
Setiap permainan yang dimainkan bersama anak-anak semestinya berdasarkan ayat-ayat Al-Quran yang menjadikan mereka lebih memahami, setiap permasalahan dalam kehidupan ini pastinya ada penyelesaiannya yang sudah Allah catatkan didalam Al-Quran.
Jangan lepaskan peluang ini untuk bersama-sama mewujudkan rasa CINTA kepada Al-Quran dalam diri anak-anak.
Tarikh : 17, 18 dan 19 Mac 2020
Hari : Selasa , Rabu dan Khamis
Tempat : Tarbiyyah Kreatif Training Centre, Wakaf Tembesu Kuala Terengganu
Jalan Gong Badak, Kampung Wakaf Tembesu, 21300 Kuala Terengganu, Terengganu
Terbuka untuk anak-anak berumur : 7 hingga 12 tahun
Tempat adalah terhad kepada 30 orang sahaja!
Hubungi kami segera untuk pendaftaran program
www.wasap.my/60199929682/DaftarQS2020
www.wasap.my/60163761102/DaftarQS2020
#TarbiyyahKreatif
#CintaAlQuranSayangiSunnah
#ProgramCutiSekolah2020
#KemCutiSekolah2020
- Published in Dakwah Kreatif
Tanda Dicintai Allah
Permata tak bisa di poles tanpa gesekan, manusia tak bisa sempurna tanpa ujian
SSesungguhnya ujian yang Allah berikan kepada kita, hakikatnya merupakan salah satu sarana untuk mentarbiyah manusia agar menjadi manusia yang beriman, bertauhid dan berilmu.
Sebagaimana orang belajar untuk mendapatkan gelar sarjana atau kenaikan tingkat pendidikan haruslah dilakukan ujian dan harus dimiliki guru pembimbing. Begitu juga dalam proses mendapatkan Tauhid, iman dan Ilmu Allah. Lalu siapa guru pembimbingnya sudah tentu adalah nabi Muhammad Saw.
Dalam hal ujian, Rasul sendiri menyatakan bahwa proses kenabian yang dijalaninya bersama para nabi-nabi adalah yang terberat.
Suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau SAW menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.” (HR Bukhari).
Namun demikian Tuhan meyakinkan bahwa ujian yang diturunkan kepada manusia adalah sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing orang. Tuhan mengajarkan untuk menghadapinya dengan menjadikan diri sabar dan shalat sebagai penolong.
Firman Allah : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (Albaqarah : 286)
Apakah setelah naik tingkat dan derajat lalu urusan selesai?
Firman Allah: “ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Alankabut :2 )
Naiknya derajat atau tingkatan tersebut bukan berarti urusan selesai, karena hidup ini adalah proses yang terus berlanjut. Semakin tinggi atau derajat seseorang maka semakin tinggi resiko yang akan dihadapinya. Ibarat seseorang dekat dengan raja, maka segala perbuatan dan prilakuanya harus mencerminkan loyalitasnya.
Karena itu harus terus waspada dan menjaga sopan santun kepada rajanya. Sedikit saja menyeleweng atau bersebrangan pendapat akan dinilai raja sebagai sikap yang menentang.
Firman Allah : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Albaqarah 214).
Orang yang mencapai tahapan ini akan bersedih jika mendapatkan kemuliaan atau kebaikan dengan berucap istighfar dan sebaliknya akan bergembira jika musibah datang menemuinya dengan mengucapkan hamdallah. Musibah yang datang akan disikapi dengan suka cita sebagai tetap adanya kasih sayang Allah kepada dirinya dan adanya kesempatan naik tingkat bila dapat melalui ujian musibah itu.
Sesuai Firman Allah : Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (Ali Imran 120)
Wallahu a’lam
Sumber: Utusan Malaysia
- Published in Dakwah Kreatif
Mukmin Itu Laksana Pohon Yang Baik
Perumpamaan yang sangat menarik adalah seorang Mukmin itu laksana pohon yang baik (Surah Ibrahim : 24-25). Kalimatan thoyyibah (kalimat yang baik) laksana pohon yang baik (syajaratun thoyyibah). Kalimah yang baik itu adalah laa ilaha illallah (syahadah).
Dalam Tafsir Jaami’ul Bayan, Ibnu Jarir Ath-Thabari juga menjelaskan kalimatan thoyyibah adalah penyaksian tiada tuhan selain Allah, dan syajarotun toyyibahadalah seorang Mukmin, ashluha tsabitun artinya laa ilaha illallah yang tertanam di dalam hati seorang Mukmin, wa far’uha fis-samaai yakni amal perbuatannya akan diangkat ke langit.
Jika kita renungkan ayat di atas, indikator pohon yang baik atau berkualiti ada tiga perkara: Pertama, ashluha tsabitun (akarnya menghujam ke perut bumi). Akar yang kuat menjadi dasar dan tumpuan tumbuhnya pohon yang besar.
Di sinilah pentingnya peranan sang penanam yang ikhlas dan sungguh-sungguh, berkorban tanaga, pikiran dan memerlukan waktu yang cukup lama. Semakin dalam akarnya, maka semakin kuat pula pohon itu. Tidak mudah tumbang walau dihentam badai. Akar ibarat akidah tauhid (iman) yang tertanam di dalam lubuk hati sanubari seorang mukmin.

Jika akidahnya kuat, maka ia mampu menghadapi dugaan dan godaan hidup seberat apapun. Akidah tauhid harus ditanamkan oleh orang tua dan guru kepada anak sejak dini. Peranan keduanya sebagai pendidik sangat penting agar akar akidah anak menghujam ke lubuk hati sanubari. (QS.31:13).
Kedua, far’uha fis-samai (dahannya menjulang ke langit). Pohon yang sudah berurat berakar, akan menumbuhkan batang yang besar, dahan dan ranting yang banyak serta berdaun lebat. Ia akan membekalkan oksigen yang bersih dan kesejukan bagi manusia. Hijau dan menyejukkan.
Inilah ibarat seorang Mukmin yang taat dalam menjalankan syariat Islam, baik dalam ibadah ritual maupun sosial (muamalah). Akidah (iman) yang kuat harus tampak pada kepatuhan dalam menjalankan ibadah ketika menjalankan aktiviti sehari-hari.
Ketiga, tu’tii ukulaha kulla hiin (berbuah setiap waktu). Pohon yang baik tidak hanya berakar kuat dan berdahan besar, tapi juga berbuah banyak dan enak. Bukan hanya pada musimnya, tapi di setiap musim tiada henti. Pohon berbuah menguntungkan pemiliknya dan orang lain. Semakin bagus kualitinya, semakin tinggi pula harganya.
Inilah perumpamaan Mukmin yang berakhlak karimah. Akidah dan syariat yang kuat dan benar mestilah berbuah akhlak mulia (karakter islami).
“Sebaik-baik keislaman seseorang adalah yang terbaik akhlakhnya”.
(HR. At-Turmudzi)
Akhlak karimah inilah yang mulai pudar dari sebahagian anak-anak, orang tua, pemimpin, politikus hari ini. Pendidikan karakter hanya berhasil jika ada model. Dalam sejarah, tidak ada yang berhasil menjadi model kecuali Nabi Muhammad SAW. (Rujuk Surah Al-Ahzab : 21).
Ibu bapa di rumah dan guru di sekolah perlu menjadi pilar utama dan bertanggung jawab dalam menanamkan akidah, menjalankan syariat dan teladan dalam akhlak karimah. Insya Allah, anak-anak kita akan menjadi “pohon yang baik”.
Amin. Wallahu a’lam bish-shawab.
- Published in Dakwah Kreatif
Pengajian Percuma Bersama Qari Bantu Penguasaan Al-Quran
KUALA TERENGGANU – Mengambil keberkatan bulan Ramadhan lalu, Tarbiyyah Kreatif Training Centre bertempat di Kg.Wakaf Tembesu mengambil inisiatif dengan membuka peluang kepada masyarakat memperbaiki dan menguasai bacaan Al-Quran bersama Qari Sheikh Bilal Al-Hossayny yang merupakan juri Majlis Tilawah Al-Quran Negeri Terengganu dan pernah menyertai Majlis Tilawah Al-Quran Peringkat Antarabangsa. Beliau yang berasal dari Iraq kini sedang menyiapkan pengajian di peringkat ijazah doktor falsafah di Universiti Malaysia Terengganu.
Kelas Tadarrus Al-Quran untuk dewasa ini diadakan setiap Jumaat bermula 10 Mei lalu dengan menekankan tajwid dan belajar secara talaqqi musyafahah bersama guru Qari Sheikh. Namun, ruang kelas dan masa mengikat jumlah penyertaan dihadkan 30 orang bagi satu sesi pengajian buat masa ini. Selain mengikuti bacaan Qari Sheikh dan pengajaran dalam tajwid, peserta juga diberi ruang menyampaikan bacaan masing-masing untuk disemak.
Tanpa mengenakan sebarang yuran, kelas ini merupakan sebuah program kemasyarakatan Tarbiyyah Kreatif di samping menganjurkan pelbagai bengkel grafik dan multimedia menggunakan perisian Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Indesign, Adobe After Effects dan pelbagai lagi secara bertahap.
Menurut En. Mohd Izzuddin Ismail, Pengurus Tarbiyyah Kreatif, kelas talaqqi ini diadakan secara berterusan sehingga tamat atau ke tahap tarannum sebagai salah satu sumbangan TK kepada masyarakat setempat.
“Kami sangat berbesar hati di atas kesudian Qari Sheikh yang memilik sanad Al-Quran bersama kami memberikan khidmat pendidikan Al-Quran kepada masyarakat awam. Kelas talaqqi al-Quran ini memberi satu makna yang penting bagi kami dan semoga Allah memberkati usaha ini dan para peserta pengajian. Terima kasih di atas sambutan dan sokongan semua pihak kepada kami dalam menjayakan pengajian ini.”
Izzuddin Ismail, Pengurus Tarbiyyah Kreatif
Dalam bidang grafik dan multimedia, Tarbiyyah Kreatif telah menjalankan latihan sejak 2013 untuk pelbagai segmen; kerajaan, swasta, universiti awam dan swasta, usahawan serta komuniti masyarakat di seluruh negara. Pada Disember 2017, Tarbiyyah Kreatif membuka Tarbiyyah Kreatif Training Centre di Kuala Terengganu sebagai pusat latihan utama. Ia bertujuan untuk meberi pendedahan, melatih dan mendidik masyarakat terutama golongan muda dan para usahawan di Pantai Timur untuk bersaing di peringkat nasional dalam dunia teknologi digital memandangkan industri ini masih belum giat dijalankan di sini.
Untuk maklumat lanjut mengenai pengajian Quran atau bengkel grafik dan multimedia, sila layari www.tarbiyyahkreatif atau melalui halaman Facebook dan Instagram Tarbiyyah Kreatif atau hubungi 017-5658397 untuk pertanyaan dan penyertaan.

sdr 
cof 
cof 
cof 
cof 
cof 
cof 
cof 
dav 
dav 
ptr 
ptr
- Published in Dakwah Kreatif
















